Minggu, 26 Agustus 2012

hikmah subuh


Seperti biasa, pagi itu Bhumi sudah terjaga, menunggu panggilan paling syahdu dari rumah Allah, sayup sayup terdengar alunan panggilan yang menyejukkan siapapun yang mendengarnya, langit pun akan diam khusyuk, ayam pun tak berani lancing berkokok, tapi lihatlah banyak manusia yang acuh, padahal jika mereka tahu akan manfaatnya dengan merangkak pun mereka akan rela, 

Tapi ada yang aneh, adzan masjid dekat rumah belum juga berkumandang, “ah yasudah, aku saja yang azan” pikir bhumi sambil memakai baju koko putih lebaran nya.

Hari ini hari pertama setelah idul fitri kemarin, masih banyak warga yang pulang ke kampung halamannya, begitupun dengan penjaga masjid, “yah, kalau gini mah sholat sendiri” pikir Bhumi setelah adzan dikumandangkan selesai
Tiba-tiba pintu belakang masjid terbuka, dan lihat seorang nenek yang memang biasa amat rajin pergi ke masjid itu sejak Bhumi masih kecil, nenek khadijah orang sini memanggilnya.
5 menit, 10 menit belum ada yang datang juga, “Bhumi, sudah kita mulai saja sholatnya”
Bhumi tersentak, ah, nenek Khadijah masih menghapal namaku, memang mereka bertetangga tapi jarang sekali bertemu selain di masjid tersebut, sepulangnya dari masjid tersebut nenek berjalan disamping Bhumi, 

“Bhumi, gimana sekolah mu nak?” ucap nenek
“oh, alhamdulilllah lancar nek, minta doanya nek tahun depan InsyaAllah Bhumi selesai” balas Bhumi sambil tersenyum
“iya, pasti nenek doakan nak” jawab nenek
“disini memang seperti ini, tadi nenek setelah sholat tahajud berencana untuk sholat sendiri dirumah, karena nenek tahu bahwa habis lebaran seperti ini pasti tidak ada jamaah di masjid kita itu, semua pada pergi ke kampong halaman nya masing-masing, tapi alhamdulillah tadi sebelum sholat kamu adzan nak, jadi nenek bisa sholat berjamaah dimasjid, bisa mendapatkan 27 kali lipat pahalanya” ucap nenek

“Oh iya nek” Bhumi tertunduk

Bhumi tersentak, entah apa yang ada di benak nya, malu lebih tepatnya, dia yang masih 21 tahun saja terkadang masih sholat di rumah, masih sering menunda shalat, masih sering malas pergi ke masjid. Lihatlah masjid itu rindu akan kesetiaan jamaah nya selama bulan ramadhan, dia menangis, kemana jamaah setia ku yang biasanya sholat berjamaah disini? dimana jamaah ku yang biasanya melantunkan ayat al quran disini selama ramadhan itu? dimana para jamaah yang rajin menunggui adzan maghribku ? 

Oh dear, kalian yang masih muda, yang masih terlelap dikala adzan subuh dikumandangkan, apa kalian tidak malu? Ah, seandainya kalian tahu, jejak kalian di pagi buta itu akan menjadi saksi di hari akhir nanti, ketika mulut kalian tidak bisa menjadi saksi. 

Oh dear, kalian yang masih muda, kalian tahu apa nikmat yang paling sering dilupakan? Nikmat sehat dan waktu luang, kalian masih bugar, apa kalian tidak malu dengan nenek khadijah? Jalannya pun sudah tertatih tapi sangat rajin pergi ke masjid.

“Ah, terimakasih atas hikmah di subuh ini Tuhan, yang aku tahu, ketika aku berjalan menuju Mu, Engkau akan berlari menuju Ku, ijinkan aku untuk selalu mencintai Mu dengan sepenuh hati, menapaki jejak yang rosul Mu dulu telah lakukan, menjadi semanfaat manfaatnya umat”  ucap Bhumi dalam hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jika tidak ada acount silahkan pilih anonim,lalu ketik nama setelah komentar .