Sabtu, 23 Maret 2013

puisi

cinta itu memikirkan yang dicintai
bukan hanya kemarin dan kini, tapi nanti
mari kita berbicara tentang masa depan
agar hari esok yang dijelang bukan suatu kesengsaraan

ada hal yang jelas harus dipersiapkan
mana yang boleh dilakukan dan mana yang harus dihindarkan
bila engkau lelaki, engkau harus tau arah saat melangkah
bila engkau perempuan, seharusnya tahu bagaimana bertingkah

kita berbicara masa depan karena dia tak semudah yang diperkirakan pemuda-pemuda yang lalai
juga tak sesulit yang diceritakan perempuan-perempuan yang bercerai
setiap muslimah tentu saja menginginkan lelaki yang bertanggung jawab
yang menghargai kelebihan kebaikannya, dan yang memaafkan kealpaan kekurangannya

muslimah mana yang tidak ingin lelaki berbudi pekerti
baik hati, tinggi iman, dan lurus amal
muslimah selalu menanti lelaki el akhlak pandan rasa
yang memiliki kelembutan dengan anaknya
dengan istrinya dia mesra

muslimah mana yang tidak mendambakan lelaki yang bisa mengawalnya jauh dari neraka
dan membimbingnya menuju surga Allah

lelaki mana yang tidak suka dengan wanita yang cerdik, cendikia dan berparas menawan
yang lisannya seanggun geraknya

lelaki yang baik pasti menyukai wanita yang lemah lembut lagi santun
pintar membahagiakan suami dengan masakan dan perhatian
tidak tamak harta dan selalu menjaga kehormatan

lelaki mana yang tidak memimpikan wanita yang mendukungnya dalam kebaikan dan mengeluarkan kebaikannya
dirindukan bila ditinggal, dan menyenangkan bila berjumpa

sialnya kita hidup dijaman kapitalisme yang mengajarkan lelaki dan wanita masa kini, untuk memperhatikan fisik bukan isi
perhatikan badan bukan iman

-ust felix

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jika tidak ada acount silahkan pilih anonim,lalu ketik nama setelah komentar .