Senin, 08 Juli 2013

blessing in disguise

"Tuhan memang bekerja secara misterius...
tapi selalu ada hikmah dalam keutuhan setiap rencana-Nya"

Terkadang membayangkan nya pun kita tak sanggup, rencana Nya memang selalu tak terduga, bahkan dengan segala keterbatasan yang manusia miliki, suatu kejadian yang dimata kita bisa berupa suatu kegagalan, kesuraman, keterpurukan. Tapi itu karena kita melihatnya sepotong, tidak secara utuh. lihatlah secara utuh, maka kita akan melihat suatu skenario yang .. ah , susah sekali aku menjelaskan keindahannya. 

teringat sekitar setahun yang lalu, aku mengirimkan proposal kerja praktik di salah satu perusahaan listrik di daerah Lampung. dan betapa kagetnya diri ini ketika melihat surat balasan bahwa aku tidak diterima untuk kerja praktik disana, entahlah, aku tak begitu paham sebabnya. Kecewa? ah, siapa yang tidak kecewa, jelas aku kecewa. tapi lihatlah, kurikulum Tuhan dalam mendidik hambanya yang sangat terbatas ini sangatlah "sempurna". akhirnya aku mencoba mengirim proposal ke salah satu perusahaan minyak terbesar di Indonesia di daerah Kalimantan. Apa balasnya? ya, aku diberi kesempatan untuk menimba ilmu di sana, di tempat yang belum pernah terpikir untuk menjamahnya. bersama sahabat-sahabat terbaikku tentunya. 
   
teringat pula sekitar akhir 2 tahun yang lalu, aku menulis salah satu impian ku dikertas resolusi tahunan 2012 yang akan ku capai di awal tahun berupa "naik pesawat". sederhana bukan? ya bagi mereka mungkin sederhana, tapi bagi ku ini sebuah keinginan. dan saat aku diberikan kesempatan kerja praktik disana, aku bisa menandakan "centang" di depan tulisan "naik pesawat terbang". ya kesempatan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Lihat? selalu ada rahasia tersembunyi, selalu ada makna tersirat, yang dengan segala keterbatasannya manusia terlalu tergesa gesa menyimpulkan bahwa itu sebuah kegagalan, keterpurukan, keputusasaan bahkan tak jarang mengumpat Tuhan, "mana katanya Tuhan sayang sama umatnya?mana?" . Ya, bukankah penjelasan dalam al quran pun sudah amat lengkap, bahwa "Allah bersama orang-orang yang sabar". 

karena sebuah manifestasi ke-Maha cinta nya Tuhan selalu akan terlihat apabila kita menyusun sepotong kehidupan yang mungkin terasa menyesakkan, menyakitkan, menjadi sebuah kesatuan yang utuh. ya, bagi mereka yang berpikir, menginsyafi semua dengan makna akhirat. 

Sabtu, 06 Juli 2013

gadis kecil itu...

bukan, bukan kali pertama aku ke tempat itu, bermain bersama adik-adik, membagi kebahagian, belajar kehidupan lebih tepatnya. tapi baru kali itu, gadis kecil itu mengadahkan tangannya saat ingin pergi bermain di luar, tanda ingin digandeng, aku pun menyambutnya dengan senang tanda itu, namun sekian detik kemudian ada yang membuat hati ini berdesir, tangan ini gemetar di genggamannya, kata yang sederhana, namun tak sesederhana itu bagi gadis kecil itu, kata yang begitu muncul dari kerinduan yang mendalam, "naah, ini jadi ayah ku ya..." lalu gadis kecil itu menarikku sambil tersenyum, menggandeng menuju lapangan bermain bersama anak-anak yang lain, bercerita panjang lebar mengenai sekolahnya saat berjalan, bercerita apa saja yang bisa diceritakan selagi masih belum sampai lapangan, aku pun berusaha menjadi pendengar yang sebaik mungkin

lihat, gadis kecil itu merindukan sosok orang tua nya, yang mungkin tak pernah ia rasakan sepenuhnya, seutuhnya selama di panti asuhan
terkadang ia menjadi marah ketika aku asik dengan yang lain, seakan akan suara dalam hatinya berteriak "ini ayahku, jangan diambil"

sungguh merugi, orang-orang yang masih diberi kesempatan memiliki orang tua tapi tidak berusaha membahagiakannya
karena mereka harus tau, di rumah kecil itu ada seorang gadis kecil yang amat merindukan sosok orang tua.

---

tidak, hari itu Allah tidak mengirimku satu malaikat kecil untukku mengambil makna, malam itu, saat semua nya asik dengan pasangan nya masing-masing, menikmati rezeki berupa sate ayam di pinggiran jalanan jogja, ada satu hal yang menarik perhatianku, bukan mereka yang asik berpacaran, tapi ada gadis kecil, yang dengan riangnya membantu ibu nya dalam mencari nafkah, saat meja dipenuhi piring kotor, ia bergegas mengambil nya dan mengelap meja dengan wajah lucunya, cemberut? ah, sayangnya aku tak lihat sama sekali raut wajah itu di mukanya, malah terlihat amat bahagia, semangat sekali. "mau minum apa mas?" tanyanya yang membuat lamunan perhatianku kepadanya terhenti, "air putih dik" sahut ku sambil tersenyum, lalu ia bergegas menaruh lap nya dan mengambil gelas lalu menuangkan air putih nya untukku. Kalian tau apa yang dilakukannya saat semua sedang menikmati makan dan tidak ada hal yang harus dia bantu untuk ibunya? ia bermain bersama teman kecilnya didekat warung, menari bahagia, loncat loncat, entah apa yang sedang dimainkannya bersama temannya, aku hanya bisa memperhatikannya dari jauh sambil menikmati sate ayam ku.

Apa yang dilakukan dengan penuh cinta, dari hati yang paling tulus, pastilah sampai ke hati dengan sentuhan. dan aku tersentuh hari itu, petanda betapa ikhlasnya gadis kecil itu menikmati hidup tanpa terbebani untuk bisa memberi manfaat yang ia bisa kepada orang yang ia cintai.

---

ya, hidup ini memang bukan soal seberapa banyak kejadian yang kita jalani, tapi hidup ini adalah perjalanan makna, seberapa banyak hikmah dan makna yang kita ambil dari suatu kejadian, dan sebaik-baiknya makna adalah makna yang bernilai akhirat, makna hakiki ~

Minggu, 23 Juni 2013

kita tidak pernah tau

apabila kita punya masalah...
punya hajat...
punya keinginan...
yang ingin kita perdengarkan kepada Allah SWT

kita jauhkan pinggang kita dari tempat tidur, kita bangun tahajud, kita memohon kepada Allah bermunajat kepadaNya, kemudian kita sempurnakan dengan bersedekah

kalau kita mau melakukan tahajud
kemudian bersedekah
kita tidak pernah tau, hadiah apa yang Allah akan berikan kepada kita
bisa jadi apa yang Allah berikan lebih besar jauh lebih besar daripada apa yang kita minta


"dan dari sebagian malam, tahajudlah kalian, sebagai ibadah tambahan, supaya Allah mengangkat derajat kalian" (Al-Isro:79)

Rabu, 19 Juni 2013

mumpung masih ada waktu

sampai kapan kah gerangan?
waktu yang masih tersisa?
semuanya menggeleng...
semuanya terdiam...
semuanya menjawab tak mengerti...

yang terbaik hanyalah segera bersujud, mumpung kita masih diberi waktu ~


Jumat, 07 Juni 2013

Belajar itu untuk bodoh

wahai diri, tak pantaslah untuk tinggi hati akan ilmu yang telah didapat, karena merasa "mapan" dalam berilmu merupakan hambatan terbesar dalam pembelajaran,
karena merasa pintar tak ubahnya merasa seperti gelas penuh, saturasi, titik puncak, sudah mau kemana selain kebawah? jatuh atas keegoan diri akan ilmu

wahai diri, sesungguhnya jika memang engkau pembelajar sejati, semakin engkau belajar maka seharusnya engkau akan semakin mengenal Tuhan, semakin diri ini merendahkan hati akan ketidak tahuan diri kalau bukan sekehendakNya, karena semakin engkau belajar maka engkau semakin tahu bahwa hanya Dia lah yang Maha Tau...

semakin sadar bahwa "tiada daya dan upaya tanpa pertolongan dan kehendak Nya"
termasuk anugerah berupa "ilmu"

Selasa, 14 Mei 2013

senja itu tak seperti biasanya...



Senja itu tak seperti biasanya, gerimis, sebuah manifestasi rasa syukur terpanjat dari tiap menara masjid, menyerukan yang mendengarkannya untuk “meraih kemenangan”, dan seruan itu tidak mereka jawab dengan “aku pasti bisa menang” tapi dengan khusyuknya mereka insyafi dengan “tiada daya dan upaya tanpa pertolonganMu”, suatu bentuk rasa betapa diri ini tak ada artinya tanpa keridhoan Mu…

Aku mengaji seperti biasanya, ah suasana mana lagi yang bisa menandingi keromantisan mengaji dikala gerimis, seperti senja itu, tak seperti biasanya, sampai pada pertengahan lantunanku berubah tak seperti biasanya, sesak, bergetar, teringat dosa-dosa manusia kotor ini, takut, entahlah bahkan mata ku sudah penuh dengan linangan air. Tak tahu, aku bukan seorang ahli bahasa arab yang bisa mengetahui arti kala membacanya. Tak tahu, rasa itu muncul begitu saja, tanpa sebab tanpa alasan. Setalah aku selesai membaca al quran, aku mencoba untuk membaca arti dari yang telah ku baca tadi, sebuah senyuman kecil muncul di bibirku, sungguh ayat yang kubaca senja itu, bercerita tentang orang munafik, ah apakah ini sebuah tanda? Seruan pertanyaan dari hati yang amat jarang kusentuh, sebuah pertanyaan hati yang belum berjodoh dengan jawaban manapun…
Apakah  aku masih dekat dengan kemunafikan ya Allah?
Apakah apabila berjanji masih diri ini ingkar?
Apakah apabila berkata masih diri ini berdusta?
Apakah apabila diamanahi masih diri ini ingkar?
Jika ada bentuk permintaan yang lebih baik dari permohonan ampun akan ku lakukan ya Gusti Allah…

Rabu, 01 Mei 2013

penerimaan yang baik

Tuhan, lihatlah bayi-bayi kecil itu, sempurna, cantik sekali, tanpa cacat, malaikat kecil penggenggam janji masa depan yang lebih baik, dibuang begitu saja, dosa apa dia? bukankah wajah surga masih terpancar diwajahnya? bukankah dia tak bisa memilih untuk berdoa "Tuhan, berikan saya orang tua yang baik, bertanggung jawab merawatku, hingga kelak aku dewasa dan tumbuh", dia hanya bisa menerima, penerimaan yang tulus, toh apa yang bisa dia lakukan? membuka mata pun masih susah, apalagi berbicara meminta tolong ke orang-orang yang melewatinya, apalagi bilang "ayah, ibu jangan buang aku", tega sekali orang tua macam itu, ah aku tak sudi memanggilnya dengan sebutan "orang tua", apa bedanya meraka dengan kaum fir'aun? sudah berbuat zina, membuang malaikat kecil berwajah surga pula, kemana hati mereka?

tapi lihatlah, diluar sana di pelosok desa, ada orang tua - orang tua baik, bertanggung jawab dan dekat sekali dengan Mu Tuhan. keluarga biasa saja malah kadang tidak mampu, tempe tahu itu makanan yang amat mewah bagi meraka, ingin sekali memiliki malaikat kecil yang sempurna, tapi apa yang mereka dapat? maaf, mungkin tak seberuntung tak sesempurna bayi terbuang tadi, cacat, tapi lihatlah mereka tidak membuang bayi itu, berdoa kepada Mu di sepertiga malam, tak pernah lewat sehari pun " ya Allah, ijinkan kami membesarkannya, menjadi pribadi yang bisa membanggakan kami, membanggakan Mu" sederhana sekali bukan? uang? ah, segala macam cara mereka lakukan untuk malaikat kecilnya, dengan senyuman tentunya walau kadang air mata tak kuasa mereka bendung

Tuhan, aku ada cerita lain, lihatlah orang tua itu, sudah tua butuh sekali kasih sayang anaknya yang sudah ia besarkan sampai dewasa, memberi segalanya demi membesarkannya, berharap kelak anaknya menjadi anak yang berguna, tapi lihat, hanya karena sebuah pohon yang ibunya tebang di halaman rumah anaknya yang padahal diwariskan oleh ibunya sendiri, tega sekali ia melaporkan nya ke polisi? sekali lagi ku ulang, "hanya karena sebatang pohon !" , ah kalau aku disuruh memilih dosa, aku tidak akan memilih dosa durhaka ini, mengerikan !

tapi lihatlah, diluar sana di pelosok desa, ada anak yang baik hatinya, berniat sekali berbakti kepada kedua orang tuanya, mengajaknya naik haji, membelikannya rumah, tidak sempat kawan, sudah keburu Engkau panggil.

memang terkadang dalam hidup ada sesuatu yang sangat sederhana tapi begitu sulit dilakukan, yaitu menerima, penerimaan yang tulus...
tapi sudahlah, tak selamanya kita hidup di dunia
semuanya ada balasannya
yang memang harus terjadi, ya terjadi
ya kan?


setelah melihat berita belakangan ini melihat berita, duh ada ya orang-orang sejahat itu? 
bahkan ada seorang anak yang melaporkan orang tuanya ke polisi hanya karena memotong pohon dihalamannya, duh !

Rabu, 27 Maret 2013

drama asia terbaik (menurutku)

10. Always (aka. only you)

9. My sassy girl

8. Hello ghost

7. Humming

6. Miracle Of Giving Fool

5. First Love A Little Thing Called Love

4. ATM

3. You're the apple of my eyes

2. Secret

1. A moment to remember


Sabtu, 23 Maret 2013

puisi

cinta itu memikirkan yang dicintai
bukan hanya kemarin dan kini, tapi nanti
mari kita berbicara tentang masa depan
agar hari esok yang dijelang bukan suatu kesengsaraan

ada hal yang jelas harus dipersiapkan
mana yang boleh dilakukan dan mana yang harus dihindarkan
bila engkau lelaki, engkau harus tau arah saat melangkah
bila engkau perempuan, seharusnya tahu bagaimana bertingkah

kita berbicara masa depan karena dia tak semudah yang diperkirakan pemuda-pemuda yang lalai
juga tak sesulit yang diceritakan perempuan-perempuan yang bercerai
setiap muslimah tentu saja menginginkan lelaki yang bertanggung jawab
yang menghargai kelebihan kebaikannya, dan yang memaafkan kealpaan kekurangannya

muslimah mana yang tidak ingin lelaki berbudi pekerti
baik hati, tinggi iman, dan lurus amal
muslimah selalu menanti lelaki el akhlak pandan rasa
yang memiliki kelembutan dengan anaknya
dengan istrinya dia mesra

muslimah mana yang tidak mendambakan lelaki yang bisa mengawalnya jauh dari neraka
dan membimbingnya menuju surga Allah

lelaki mana yang tidak suka dengan wanita yang cerdik, cendikia dan berparas menawan
yang lisannya seanggun geraknya

lelaki yang baik pasti menyukai wanita yang lemah lembut lagi santun
pintar membahagiakan suami dengan masakan dan perhatian
tidak tamak harta dan selalu menjaga kehormatan

lelaki mana yang tidak memimpikan wanita yang mendukungnya dalam kebaikan dan mengeluarkan kebaikannya
dirindukan bila ditinggal, dan menyenangkan bila berjumpa

sialnya kita hidup dijaman kapitalisme yang mengajarkan lelaki dan wanita masa kini, untuk memperhatikan fisik bukan isi
perhatikan badan bukan iman

-ust felix