Kamis, 05 September 2013

boleh kan?

kelak, ketika saya sudah menjadi orang yang lebih sukses dan manfaat, apabila orang bertanya kepada saya,

"bagaimana rahasia sukses bapak hingga sesukses ini?" 

boleh kan kalau saya jawab

"deket-deket aja sama Allah"

saya gak suka jawaban ribet hehe

Jumat, 16 Agustus 2013

menyentil sekali ~

Tanpa ada apa-apa, tiba-tiba seorang yang asing bertanya padaku.

Kamu sering menganggap dirimu tidak berguna? Kurang bermanfaat? Tidak lebih baik daripada orang lain?

(Terdiam. Mengangguk mengiyakan.)

Percayalah pada dirimu. Percayalah pada kemampuanmu. Hargailah dirimu sendiri. Kalau bukan diri kita sendiri yang percaya, lalu siapa yang akan percaya? Temukanlah dirimu, temukanlah duniamu, dan menjadilah. Karena, tidak menghargai diri sendiri sama artinya dengan tidak menghargai penciptaan-Nya atasmu.

(Semakin tertunduk. Dan membenarkan dalam hati.)

Sesungguhnya, tidak ada yang perlu dipersalahkan. Termasuk, masa lalu. Meski saya mereka-reka dalam hati mengapa menjadi seperti ini. Semakin dewasa, rasanya saya semakin tidak menjadi diri sendiri. Inferioritas meningkat tajam. Kemudian, saya tahu jawabannya; saya ingin dilihat baik oleh orang lain, dan saya takut dengan segala penilaian mereka atas saya.

Berusaha menyenangkan orang lain dengan kehadiran kita bukanlah sesuatu yang salah. Tetapi, bukan berarti dengan menjadi diri sendiri kita tidak bisa melakukan itu. Ya, segalanya harus dibenahi perlahan-lahan. Kehidupan adalah pelajaran seumur hidup.

Kamis, 08 Agustus 2013

hanya karena 1 ayat

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa" (Q.S al-Baqoroh:183)

saat dalam perjalanan mudik, didalam bus, saya berfikir dan tersenyum senyum sendiri, senyum kagum lebih tepatnya, kagum kepada Tuhan, bagaimana bisa?
87% rakyat indonesia memeluk islam, itu berarti ada sekitar 207 Juta penduduk yang memiliki tulisan "islam" di KTP nya, dan...

lihatlah, hanya karena satu ayat diatas memerintahkan untuk puasa, jutaan penduduk bumi berubah jadwal hidupnya, mulai dari yang suka kesiangan jadi bangun pagi, mulai dari jam kerja/sekolah yang lebih singkat, dan banyak jadwal hidup lain yang berubah

lihatlah, hanya karena satu ayat diatas memerintahkan untuk puasa, yang tadi nya sholat sendiri di rumah menjadi lebih sering shalat berjamaah, yang tadinya jarang ngaji jadi sering ngaji, yang tadinya susah sekali tahajud, menjadi terbantu dengan adanya saur

lihatlah, hanya karena satu ayat diatas memerintahkan untuk puasa, yang tadinya sibuk dengan urusan masing-masing menjadi sibuk menghubungi teman-teman lama untuk bertemu dan silaturahmi buka bersama

lihatlah, hanya karena satu ayat diatas memerintahkan untuk puasa, bisa membuat 1 keluarga yang tadinya terpisah pisah, anak sekolah diluar kota, ibu kerja, ayah kerja diluar kota, menjadi menyatu kembali, merayakan hari kemenangan

lihatlah, hanya karena satu ayat diatas memerintahkan untuk puasa, perputaran uang menjadi sangat cepat, lihat usaha katering yang menjadi ramai untuk melayani takjil di masjid-masjid dan buka bersama suatu lembaga, usaha transportasi menjadi sibuk melayani jutaan penduduk yang mudik, para artis pun menjadi kebanjiran job, begitupun para pekerja dengan THR nya, bahkan di setiap masjid bisa mendapatkan infak 500 ribu perhari nya, bahkan ada yang mencapai 15 Juta, subhanallah

lihatlah, hanya karena satu ayat diatas memerintahkan untuk puasa, jutaan penduduk bumi berebut saling minta maaf satu sama lain, adem bener ngeliatnya

Aduh, bahkan saya pernah berandai andai, pada suatu malam tarawih yang subhanallah ramainya, saya berangkat dengan Randhy, teman saya, "Rand, seandainya ya, setiap hari ramai seperti ini, subuh-subuh sudah seramai ini yang shalat di masjid, subuh-subuh tukang parkir sudah sibuk dan kewalahan mengatur motor yang parkir dimasjid, para ayah sibuk menggandeng anaknya ke masjid, duh gak bisa dibayangin gimana maju nya Indonesia"

satu ayat di al quran, bisa membuat banyak perubahan baik, seandainya tidak hanya satu ayat yang kita patuhi, ada 207 Juta manusia yang "sami'na wa'ato'na" dengan semua ayatNya, ah, gak bisa bayangin, bumi ini jadi berubah seperti apa

tapi, lamunan itu terhenti, ketika saya shalat subuh H+1 lebaran, yang biasanya masjid memiliki makmum yang banyak, kini hanya tersisa 3 orang, sibuk dengan kue lebaran. 


Sabtu, 03 Agustus 2013

number one for me - maher zain


I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I'm here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it's time for you to rise
For all the things you sacrificed

Oh, if I could turn back time rewind
If I could make it undone
I swear that I would
I would make it up to you
Mum I'm all grown up now
It's a brand new day
I'd like to put a smile on your face every day
Mum I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face every day

And now I finally understand
Your famous line
About the day I'd face in time
'Cause now I've got a child of mine
And even though I was so bad
I've learned so much from you
Now I'm trying to do it too
Love my kid the way you do 

You know you are thnumber one for me [x3]
Oh, oh, number one for me 
There's no one in this world that can take your place
Oh, I'm sorry for ever taking you for granted, ooh
I will use every chance I get
To make you smile, whenever I'm around you
Now I will try to love you like you love me
Only God knows how much you mean to me

You know you are the number one for me [x3]

Oh, oh, number one for me

Senin, 08 Juli 2013

blessing in disguise

"Tuhan memang bekerja secara misterius...
tapi selalu ada hikmah dalam keutuhan setiap rencana-Nya"

Terkadang membayangkan nya pun kita tak sanggup, rencana Nya memang selalu tak terduga, bahkan dengan segala keterbatasan yang manusia miliki, suatu kejadian yang dimata kita bisa berupa suatu kegagalan, kesuraman, keterpurukan. Tapi itu karena kita melihatnya sepotong, tidak secara utuh. lihatlah secara utuh, maka kita akan melihat suatu skenario yang .. ah , susah sekali aku menjelaskan keindahannya. 

teringat sekitar setahun yang lalu, aku mengirimkan proposal kerja praktik di salah satu perusahaan listrik di daerah Lampung. dan betapa kagetnya diri ini ketika melihat surat balasan bahwa aku tidak diterima untuk kerja praktik disana, entahlah, aku tak begitu paham sebabnya. Kecewa? ah, siapa yang tidak kecewa, jelas aku kecewa. tapi lihatlah, kurikulum Tuhan dalam mendidik hambanya yang sangat terbatas ini sangatlah "sempurna". akhirnya aku mencoba mengirim proposal ke salah satu perusahaan minyak terbesar di Indonesia di daerah Kalimantan. Apa balasnya? ya, aku diberi kesempatan untuk menimba ilmu di sana, di tempat yang belum pernah terpikir untuk menjamahnya. bersama sahabat-sahabat terbaikku tentunya. 
   
teringat pula sekitar akhir 2 tahun yang lalu, aku menulis salah satu impian ku dikertas resolusi tahunan 2012 yang akan ku capai di awal tahun berupa "naik pesawat". sederhana bukan? ya bagi mereka mungkin sederhana, tapi bagi ku ini sebuah keinginan. dan saat aku diberikan kesempatan kerja praktik disana, aku bisa menandakan "centang" di depan tulisan "naik pesawat terbang". ya kesempatan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Lihat? selalu ada rahasia tersembunyi, selalu ada makna tersirat, yang dengan segala keterbatasannya manusia terlalu tergesa gesa menyimpulkan bahwa itu sebuah kegagalan, keterpurukan, keputusasaan bahkan tak jarang mengumpat Tuhan, "mana katanya Tuhan sayang sama umatnya?mana?" . Ya, bukankah penjelasan dalam al quran pun sudah amat lengkap, bahwa "Allah bersama orang-orang yang sabar". 

karena sebuah manifestasi ke-Maha cinta nya Tuhan selalu akan terlihat apabila kita menyusun sepotong kehidupan yang mungkin terasa menyesakkan, menyakitkan, menjadi sebuah kesatuan yang utuh. ya, bagi mereka yang berpikir, menginsyafi semua dengan makna akhirat. 

Sabtu, 06 Juli 2013

gadis kecil itu...

bukan, bukan kali pertama aku ke tempat itu, bermain bersama adik-adik, membagi kebahagian, belajar kehidupan lebih tepatnya. tapi baru kali itu, gadis kecil itu mengadahkan tangannya saat ingin pergi bermain di luar, tanda ingin digandeng, aku pun menyambutnya dengan senang tanda itu, namun sekian detik kemudian ada yang membuat hati ini berdesir, tangan ini gemetar di genggamannya, kata yang sederhana, namun tak sesederhana itu bagi gadis kecil itu, kata yang begitu muncul dari kerinduan yang mendalam, "naah, ini jadi ayah ku ya..." lalu gadis kecil itu menarikku sambil tersenyum, menggandeng menuju lapangan bermain bersama anak-anak yang lain, bercerita panjang lebar mengenai sekolahnya saat berjalan, bercerita apa saja yang bisa diceritakan selagi masih belum sampai lapangan, aku pun berusaha menjadi pendengar yang sebaik mungkin

lihat, gadis kecil itu merindukan sosok orang tua nya, yang mungkin tak pernah ia rasakan sepenuhnya, seutuhnya selama di panti asuhan
terkadang ia menjadi marah ketika aku asik dengan yang lain, seakan akan suara dalam hatinya berteriak "ini ayahku, jangan diambil"

sungguh merugi, orang-orang yang masih diberi kesempatan memiliki orang tua tapi tidak berusaha membahagiakannya
karena mereka harus tau, di rumah kecil itu ada seorang gadis kecil yang amat merindukan sosok orang tua.

---

tidak, hari itu Allah tidak mengirimku satu malaikat kecil untukku mengambil makna, malam itu, saat semua nya asik dengan pasangan nya masing-masing, menikmati rezeki berupa sate ayam di pinggiran jalanan jogja, ada satu hal yang menarik perhatianku, bukan mereka yang asik berpacaran, tapi ada gadis kecil, yang dengan riangnya membantu ibu nya dalam mencari nafkah, saat meja dipenuhi piring kotor, ia bergegas mengambil nya dan mengelap meja dengan wajah lucunya, cemberut? ah, sayangnya aku tak lihat sama sekali raut wajah itu di mukanya, malah terlihat amat bahagia, semangat sekali. "mau minum apa mas?" tanyanya yang membuat lamunan perhatianku kepadanya terhenti, "air putih dik" sahut ku sambil tersenyum, lalu ia bergegas menaruh lap nya dan mengambil gelas lalu menuangkan air putih nya untukku. Kalian tau apa yang dilakukannya saat semua sedang menikmati makan dan tidak ada hal yang harus dia bantu untuk ibunya? ia bermain bersama teman kecilnya didekat warung, menari bahagia, loncat loncat, entah apa yang sedang dimainkannya bersama temannya, aku hanya bisa memperhatikannya dari jauh sambil menikmati sate ayam ku.

Apa yang dilakukan dengan penuh cinta, dari hati yang paling tulus, pastilah sampai ke hati dengan sentuhan. dan aku tersentuh hari itu, petanda betapa ikhlasnya gadis kecil itu menikmati hidup tanpa terbebani untuk bisa memberi manfaat yang ia bisa kepada orang yang ia cintai.

---

ya, hidup ini memang bukan soal seberapa banyak kejadian yang kita jalani, tapi hidup ini adalah perjalanan makna, seberapa banyak hikmah dan makna yang kita ambil dari suatu kejadian, dan sebaik-baiknya makna adalah makna yang bernilai akhirat, makna hakiki ~

Minggu, 23 Juni 2013

kita tidak pernah tau

apabila kita punya masalah...
punya hajat...
punya keinginan...
yang ingin kita perdengarkan kepada Allah SWT

kita jauhkan pinggang kita dari tempat tidur, kita bangun tahajud, kita memohon kepada Allah bermunajat kepadaNya, kemudian kita sempurnakan dengan bersedekah

kalau kita mau melakukan tahajud
kemudian bersedekah
kita tidak pernah tau, hadiah apa yang Allah akan berikan kepada kita
bisa jadi apa yang Allah berikan lebih besar jauh lebih besar daripada apa yang kita minta


"dan dari sebagian malam, tahajudlah kalian, sebagai ibadah tambahan, supaya Allah mengangkat derajat kalian" (Al-Isro:79)

Rabu, 19 Juni 2013

mumpung masih ada waktu

sampai kapan kah gerangan?
waktu yang masih tersisa?
semuanya menggeleng...
semuanya terdiam...
semuanya menjawab tak mengerti...

yang terbaik hanyalah segera bersujud, mumpung kita masih diberi waktu ~


Jumat, 07 Juni 2013

Belajar itu untuk bodoh

wahai diri, tak pantaslah untuk tinggi hati akan ilmu yang telah didapat, karena merasa "mapan" dalam berilmu merupakan hambatan terbesar dalam pembelajaran,
karena merasa pintar tak ubahnya merasa seperti gelas penuh, saturasi, titik puncak, sudah mau kemana selain kebawah? jatuh atas keegoan diri akan ilmu

wahai diri, sesungguhnya jika memang engkau pembelajar sejati, semakin engkau belajar maka seharusnya engkau akan semakin mengenal Tuhan, semakin diri ini merendahkan hati akan ketidak tahuan diri kalau bukan sekehendakNya, karena semakin engkau belajar maka engkau semakin tahu bahwa hanya Dia lah yang Maha Tau...

semakin sadar bahwa "tiada daya dan upaya tanpa pertolongan dan kehendak Nya"
termasuk anugerah berupa "ilmu"