Minggu, 17 Desember 2017

Manifestasi Senja

Entah mengapa kecantikan matahari tampak begitu menakjubkan justru saat ia akan meniada. Seluruh reaksi dalam mekanisme diri manusia menjadi lebih inferior dibandingkan dengan refleksi pada saat-saat itu.

"Lala, kamu tau salah satu bentuk manifestasi kasih sayang Tuhan ke kita?" Ucap Bhumi sambil tersenyum
"Apa itu bhum?" Lala menjawab sambil mengerutkan dahi nya
"Tuhan menghidayahi kita akan indahnya senja, lalu kita tak berhenti memujiNya. Gak semua orang dapet nikmat ini" jawab Bhumi dengan tatapan datar ke arah senja
"Kamu tau apa yang melebihi nikmat itu?" Lala menatap penuh wajah Bhumi
"Hmm.. apa itu?" jawab Bhumi
"Indahnya senja itu kita nikmati bersama, kamu dan aku" lala menjawab sambil tersenyum dan meletakkan kepala nya di pundak Bhumi
Bhumi tersenyum dan kembali menikmati senja itu berdua


Minggu, 20 Agustus 2017

realism magis

A : kenapa lo suka banget genre 'realism magis'? padahal banyak sekali genre novel2 lainnya yang gak kalah menarik?
B : hmm.. dalam cerita 'realism magis', setiap bagian cerita yang sifatnya diluar nalar kebanyakan akan diterima "as it is", dianggap suatu hal yang biasa tanpa pertanyaan dan penolakan
A : gak menjawab tau !
B : setiap hari gue udah berkecimpung di dalam paradigma nalar dan logis yang udah kental, baca novel itu bagian dari "escaping" gue dari dunia sehari hari, kalau lo cuma baca novel2 biasa yang berorientasi logis ya apa bedanya? kalau mau kabur, sekalian aja.
A : haha.. bukan nya mempertanyakan suatu hal diluar nalar itu bagus?
B : memang bagus, tapi adakalanya lo harus belajar, ada hal-hal diluar nalar yang gak pernah bisa kita pahami, kecuali dengan berserah. jadi lo bisa nikmatin hidup lo.
A : sok puitis !

spiritualis

A : gue pikir manusia itu bukan cuma makhluk sosial, tapi juga sebagai makhluk spiritual
B : kenapa?
A : karena kita selalu nyari makna, dan makna cuma bisa didapet ketika menyadari bahwa kita adalah makhluk spiritual
B : apa makhluk sosial gak bisa dapetin makna?
A : tendensi manusia mencari makna hanya ketika dia menyerah dengan beban kehampaan yang dia alami, mau gak mau kita mencari makna, biar gak kosong.
B : apa setiap tindakan kita harus kita cari makna nya?
A : ya, seperti seni, walaupun perpekstif kita beda, tapi selalu ada makna didalamnya

Kamis, 01 Juni 2017

keberkahan

suatu hari ada seorang anak muda yang bertanya kepada imam Hasan al Bashri,
"wahai imam, aku melakukan maksiat, namun Allah masih memberiku rezeki" tanya anak muda tersebut.
kemudian sang imam bertanya kembali
"wahai anak muda, apakah kau semalam melakukan qiyamul lail?".
"tidak wahai imam" balas nya.

lalu apa yang diucapkan sang imam kepada anak muda tersebut ?

"wahai anak muda, ketahuilah sesungguhnya bagi orang yang beriman, hukuman terbesar bukanlah terputusnya rezeki, namun terputus nya munajat"

Aku pun sering bertanya dan mengalami sebuah kontemplasi yang cukup lama mengenai terminologi keberkahan dalam hidup. Berbagai pertanyaan mengenai keberkahan mencapai eskalasi nya sendiri di pikiranku.

"apakah keberkahan itu?"
"apakah hidup saya di berkahi? atau jangan jangan apa yang kupikir hidup ku ini sudah di berkahi namun itu hanya fatamorgana saja?"
"lalu apa indikator seseorang yang di berkahi? bagaimana metodologi preventif yang tepat untuk menganalisa hidup ini agar tidak terjerumus dalam istidraj?"

ziyadatul khair, itu jawaban nya. kebaikan yang terus bertumbuh.

kemarin maksiat, hari ini tidak mengulangi nya lagi
kemarin melakukan hanya yang wajib saja, hari ini melakukan yang wajib dan yang sunah
kemarin perkataan sering menyakiti sesama, hari ini hanya berkata baik atau diam
begitu seterusnya

indikator-indikator tersebut selalu tertuju pada hal-hal yang fitrah yang Allah turunkan kepada manusia, yaitu kebaikan.

semakin baik dirimu, semakin bermanfaat dirimu, ziyadatul khair.

semoga kita di bantu Allah untuk menjadi umat yang di berkahi, karena itulah sebenar benarnya tujuan hidup.

Allahualam.



Kamis, 21 Juli 2016

peran kata

.
.
.
Bumi : Dalam mencinta, peran 'kata' gak pernah bisa gantiin dominasi peran 'hati', kata cuma salah satu metodologi, bukan sumber

Humaira : Maksudmu?

Bumi : Kamu bisa milih untuk berkata 'aku bahagia' 'aku cinta kamu' atau semacamnya lah, tapi hati gak pernah bisa milih, energi hati mu selalu bisa menjadi bukti.
.
.
.
Bumi : mencinta layaknya berdoa, dalam berdoa Tuhan selalu melihat isi hati mu, kata bisa saja terukir indah ketika kamu berdoa tapi bisa saja hati mu tidak tertuju pada Nya. pernah kamu berdoa namun kamu tidak berkata? hanya diam dan terpejam.

Humaira : Diam?

Bumi : iya hum, hanya diam, duduk terdiam tanpa sepatah kata pun. hanya berpasrah, gak tau mau berdoa apa, hanya bisa terpejam dan diam, kamu ingin menyampaikan betapa cinta nya kamu kepada Tuhan, tapi gak pernah ada kata yang bisa utuh ungkapin rasa itu. kamu ingin mengungkapkan betapa terima kasih nya kamu atas semua yang Tuhan udah kasih ke kamu, tapi gak pernah ada kata yang lebih dari sekedar ungkapan 'terima kasih'. lalu akhirnya kamu hanya bisa diam, dan air mata kamu ngalir gitu aja. seperti itu lah cinta, kata tak pernah punya peran utuh.

.
.
.


Minggu, 21 Februari 2016

segelas air putih

Pada suatu jaman, raja Harun Al Rasyid sedang melakukan perjalanan yang panjang bersama dengan penasihatnya Ibnu Samar, kemudian ia kelelahan dan memutuskan untuk bersinggah sejenak dibawah pohon. saat itu matahari terik dan Harun Al Rasyid meminta kepada Ibnu Samar memberikannya air minum. Ibnu Samar memberikan air minum kepada sang Raja, saat Ibnu Samar memberikan airnya dengan lembutnya ia bertanya pada sang Raja.

Ibnu Samar : "Wahai Raja, bagaimana sekiranya apabilaair putih ini adalah air putih terakhir, kau tak akan bisa hidup tanpa air putih ini, mau kah kau membeli air putih ini dengan setengah kekayaanmu?

Raja : "tentu saja, aku akan rela membeli segelas air putih ini dengan setengah kekayaanku"

Ibnu Samar : "lalu bagaimana jika air yang kau minum tadi tidak bisa keluar dari tubuhmu, apakah kau rela membayar untuk mengeluarkan air putih itu dengan setengah kekayaanmu?"

Raja : "tentu saja, aku rela membayar setengah kekayaanku demi mengeluarkan air itu dari tubuhku"

Ibnu Samar : "Begitulah, seluruh kekayaan kita tak lebih berharga dari segelas air putih ini tuan"


Sabtu, 19 Desember 2015

benci sampai akarnya

kita semua kadang terlalu jauh dalam menilai, paradigma baik dan buruk begitu abu abu sebatas apa yang hanya dilihat, membenci buah yang busuk dengan terlalu, sampai melupakan rantingnya, batangnya, bahkan akarnya, layaknya membenci makhluk dengan terlalu, sampai lupa penciptanya.  cih, kita semua sudah terlalu jauh mengada ada kan diri dari diri yang sebenarnya apakah benar benar memang ada? merasa paling benar dan berhak masuk surga sendirian

bukankah semua didunia ini serba paradoks?
dulu sewaktu kecil aku sering dinasehati ibuku, jangan "terlalu" banyak tertawa, nanti setelahnya tangis kan menyusul dengan "terlalu". 
cinta memang menghidupkan, namun "to much love will kill you"
paradoks kan?
pertanyaanku, apa paradoks juga berlaku di kebencian?  benci sebenci bencinya sampai kita bertemu suatu titik yang membuat keadaan terbalik
entahlah, aku hanya menjauhi semua yang "terlalu", naif ya

pada akhirnya bukankah keseimbangan yang kita cari? 

ngeri kan?

pernah gak, kamu melewati waktu,
berjalan tanpa berpindah,
berlalu tanpa langkah,
1 detik yang lalu sama dengan 1 detik yang akan datang,
persepsi perubahan yang ada didirimu tak kunjung memenuhi ekspektasimu
perjalananmu hanya berputar, siklus yang tak kunjung henti
bertanya terus menerus namun tak pernah berjodoh dengan jawaban apapun

kamu melewati waktu, namun nothing changes happen
ngeri kan?


Rabu, 14 Oktober 2015

berlari saja

dia sedang berlari, ke arah yang sepertinya menjadi keinginannya, ah namun itu hanya fatamorgana
dia terus berlari, bukan untuk meraih apa yang dia tuju, tapi untuk menjadi manusia yang benar benar lupa akan dirinya sendiri
sampai pada suatu malam dia berhenti berlari, dan saat itu dia teringat "siapa aku?"
dan dia menemukan yang benar-benar ingin dia tuju, bukan karena dia berlari, namun karena dia berhenti sejenak, dan bertanya pada hatinya.
lalu dia bergumam "sudahlah aku ingin kembali berlari mencintaMu, sampai aku benar-benar terlupakan"

Rabu, 26 Agustus 2015

kita sangka kiyai

kalau kita menghadapi api, jelas saja metodologi pemadamannya bisa menggunakan air
kalau kita menghadapi gelap, dengan lilin, lampu atau benda terang kita bisa memusnahkan kegelapan

identifikasi sifat dan kharakterik objek yang kita hadapi perlu kita telaah lebih komprehensif untuk menciptakan strategi yang akan kita implementasikan

lebih baik menghadapi 1000 raja yang lalim dan kejam, karena kita lebih mudah mengidentifikasi dan sudah jelas ia raja yang lalim daripada menghadapi 10 orang yang kita sangka ia kiyai, ternyata ia adalah maling, tikus besar, penghianat

mungkin itu mengapa tingkat kemarahan Tuhan lebih besar kepada orang munafik dibanding orang kafir

Kamis, 20 Agustus 2015

kokoh nya kuda kuda

konon katanya, jika kuda-kuda hidup mu ingin kokoh maka kau harus bisa mengidentifikasi kelemahan kelemahan yang ada pada dirimu sendiri. ketika kau bisa menyadari kelemahan yang ada pada diri maka disitulah kekuatan yang sejati akan timbul.

tidak usah terlalu jauh mengidentifikasi, bahkan kau tidak punya sedikitpun kendali apapun tentang dirimu, kau tidak bisa mengendalikan aliran darah yang mengalir di tubuhmu, bahkan kau tidak memiliki kuasa apapun terhadap semua metabolisme yang berjalan di dalam tubuh, kau tidak bisa mengendalikan tumbuh tidak nya sehelai rambut

maka kau akan sadar bahwa ada kuasa yang Maha yang bisa mengatur itu semua, ada kekuatan yang berasal dari bukan dirimu sendiri. ketika kau sadar akan itu, maka kau tidak akan merasa pernah sendirian, selalu ada kekuatan tempat kita bergantung di setiap kita menghadapi suatu masalah.

kuda kuda kita hidupmu akan selalu kokoh, karena kau sadar bahwa tiada upaya sedikitpun tanpa kuasa yang Maha tersebut. maka kau akan selalu mempasrahkan segala urusan urusan kau pada kuasa yang Maha itu.

maka apa jadi nya ya Allah jika kau bebaskan aku, maka hancurlah hidup ku sekarang juga
maka apa jadi nya ya Allah jika kau biarkan aku, maka binasalah aku berkeping keping

lahaula wala kuwwata illa billah...

Selasa, 18 Agustus 2015

Bekal Terbaik

Pada hakikatnya manusia selalu dihadapkan dengan kemungkinan-kemungkinan, bahkan kebenaran yang kita yakini saat ini pun masih penuh dengan relativitas ketika dihari selanjutnya kita menemui kebenaran-kebenaran yang relatif lebih benar lagi dan lebih komprehensif dari sebelumnya. "kemungkinan" menuntut kita untuk berhadapan dengan pilihan-pilihan, itulah mengapa Allah menempatkan manusia pada derajat yang paling tinggi. ya, karena kita bisa memilih.

Malaikat diciptakan untuk patuh dan tunduk terhadap perintah Allah, Mereka tidak memiliki tendensi apapun selain patuh, begitupun dengan hewan dan alam, mereka pun tunduk dan bersujud kepada Allah. Berbeda dengan manusia, ketundukan manusia dihadapkan oleh pilihan, mereka bisa memilih untuk taat dan juga bisa memilih untuk tidak taat. itulah kenapa manusia bisa lebih mulia dari malaikat saat mereka lebih memilih taat disaat dihadapkan oleh tendensi untuk tidak taat, namun berpotensi juga lebih rendah dari hewan ketika tidak ada batasan batasan yang mereka pilih dalam menyalurkan keinginan.

Pilihan menyadarkan manusia akan kondisi ketidakpastian yang lebih luas, kesalahan menjadi suatu keniscayaan yang mau tidak mau harus kita hadapi. Bahkan makanan halal dan haram pun kita tidak bisa menjamin apakah itu benar-benar halal atau tidak, bisa saja kita membeli makanan di warung dengan label halal namun kita tidak pernah tahu apa dibelakang nya, kita tidak pernah meneliti secara komprehensif apakah pemilik warung membeli bahan bahan makanan nya dengan cara yang halal atau cara yang haram. 

Maka, untungnya saja Allah menyediakan suatu metodologi, suatu bekal terbaik yang sangat jitu dalam menjalani hidup, yaitu istighfar, astaghfirullah , ampuni aku ya Allah

duh, kalau saja tidak ada bekal ini, maka apa jadi nya aku ya Allah, bahkan aku menulis tulisan ini pun masih memiliki probabilitas kesalahan yang besar. karena segala yang benar hanya milik Mu

astaghfirullah robbal baroya...
astaghfirullah minal khotoya...

Kamis, 02 Juli 2015

kebenaran relatif

seluruh kebenaran ilmu pengetahuan yang kita miliki merupakan kebenaran yang sifatnya relatif, karena kebenaran yang sejati hanya milik Tuhan.

hargai kebenaran yang diyakini orang lain

Sabtu, 25 April 2015

cita cita?

mereka berkata bahwa hidup ini indah rasanya hanya bagi orang orang yang memiliki cita-cita.
bagi mereka yang selalu memiliki harapan, tujuan, cita cita, maka kesempatan bahagia akan selalu tercipta

lalu bagaimana dengan dia yang tak tahu akan cita-citanya, bukan karena tak ingin memiliki harapan, dia hanya malu untuk berharap. Baginya berharap itu tidak beraneka macam, berharap baginya hanya diperuntukkan untuk "kasih sayang Tuhan". apa ia masih berhak untuk berbahagia?

lalu bagaimana dengan dia yang bingung dengan cita-citanya, bukan karena tak ingin mencari tahu, tapi satu-satunya doa yang ia tahu hanyalah "terima kasih Tuhan". Baginya begini adanya sudah terlalu indah. apa ia masih berhak untuk berbahagia?

hidup kita mungkin berputar, namun akan ada suatu saat kesempatan untuk menjadi diri sendiri.

masih perlukah aku akan cita cita?

Selasa, 17 Februari 2015

Doa Nabi Yunus

Doa nabi Yunus a.s ini diabadikan oleh Alloh Swt. di dalam Al Quran, “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin”, yang artinya, “Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zholim.” (QS. Al Anbiyaa [21] : 87)

Uniknya, Nabi Yunus tidak berdoa "Tuhan, keluarkanlah aku dari perut ikan paus ini"
ternyata metode berdoa beliau adalah dengan mengakui akan kebesaranNya dan merendah dihadapanNya

Tuhan lebih tau mana yang baik bagi mu, mana yang tidak baik bagimu

Aku jadi malu berdoa terlalu detail, padahal aku tak tahu mana yang baik bagi ku mana yang buruk bagiku
Aku jadi malu ketika ngedumel karena doa ku tak dipenuhi, padahal aku tak tahu keinginan mana yang baik bagiku
Aku jadi malu ketika berdoa, padahal dosa dosa ku belum ku insyafi
Aku jadi malu ketika berdoa, padahal aku terkadang masih berharap kepada selain Tuhan

kini ku sadar, aku hanya properti Mu, ciptaan Mu, engkau tahu mana yang baik untuk ku, tugasku menjalankan peran yang Engkau berikan, ijinkan aku berserah kepadaMu untuk apapun yang akan terjadi pada ku :)

Selasa, 16 Desember 2014

tulisan

Aku penikmat tulisan, karena dengan tulisan aku bisa mentafsir sesuka ku, tulisan memberikan ku ruang untuk berkontemplasi, brainstorming dengan orang yang tak pernah ku kenal.

Tulisan bisa memiliki nyawa, itulah mengapa kadang ketika kita bisa merasakan aura didalamnya. Mulai dari kebahagiaan sampai kesenduan, sampai kebencian pun bisa kita rasakan.

Bahkan ke Maha Cintaan Nya pun aku bisa rasakan melalui tulisan di kitab suci itu.

Aku bisa merasakan harmony dan chaos dalam satu tulisan, ya sebuah keseimbangan

Bahkan takdir pun di simbolkan dengan garis, bukan kah itu awal mula terciptanya tulisan? Garis pun bisa membuat butterfly effect yang berakibat terciptanya tulisan.

Lalu, ketika datang suatu masa dimana tulisan dibatasi oleh metodologi apakah tulisan tetap memiliki nyawa? Kaku dan membosankan?


Seperti kata “cinta” yang menurutku tak pelu di tafsirkan, karena tafsir dapat membatasi ruang makna cinta untuk memberikan rasa nya ke semesta. 

bahkan tulisan ini ku buat sesukaku saja, setidaknya ini menghiburku ditengah kawajiban menulis yang penuh dengan metodologi ilmiah itu

Senin, 08 Desember 2014

tes minat, bukan tes keberanian mengikuti minat

Diskripsi Minat

Hasil tes minat menyebutkan bahwa Saudara memiliki minat yang termasuk dalam tipe "CREATORS,SAVIOR ,PERSUADERS ".
Anda memiliki 3 kategori dengan skor tertinggi :

CREATORS,SAVIOR ,PERSUADERS

Hasil tes minat menyebutkan bahwa Saudara Aditya Dhanist Pratama memiliki minat yang termasuk dalam tipe “CREATORS”
Tipe Creators menyukai kegiatan yang berhubungan dengan seni atau hal-hal artistik seperti bentuk, desain dan pola. Mereka memiliki kemampuan artistik, inovasi dan ingin bekerja menggunakan imajinasi dan kreativitas mereka.
Tipe Creators suka tantangan yang dapat diselesaikan melalui ekspresi diri dan media-media seni dengan cara yang intuitif, ekspresif, dan independen. Mereka senang bereksperimen dengan ide-ide mereka dan mengekspresikannya melalui berbagai bentuk/media seperti gambar, bahan, musik, kata-kata, gerakan, sistem maupun program-program.
Tipe Creators menyukai lingkungan yang membebaskan atau tidak terstruktur dalam bekerja. Mereka tidak suka pekerjaan atau situasi yang memiliki seperangkat aturan yang rinci. Mereka lebih nyaman berada di sekitar orang-orang yang imajinatif, spontan, memiliki intuisi yang baik serta mandiri.
    Tipe Creators memiliki keterampilan-keterampilan dalam hal seperti :
  • Membuat suatu karya yang memiliki nilai kreatif
  • Daya imajinasi tinggi
  • Mengekspresikan diri dengan terbuka
  • Menggambar desain
  • Merancang baju atau interior
  • Memainkan alat musik
  • Menulis cerita



Sayangnya, ini hanya sebatas tes minat, bukan tes seberani apa kau mengikuti minat mu, mengikuti apa kata hatimu.
Sayangnya, aku masih disini, menjadi seperti apa yang mereka sebut mesin
Sayangnya, aku masih terlahap habis dengan persepsi kesuksesan orang lain
ya terlahap habis, lalu pertanyaannya, apakah kita sudah benar-benar seperti orang hidup? padahal sederhanakan saja lah sesederhana mungkin...

"Kalau Kau punya rencana untukku, apalah arti rencana ku yang serba tak tahu ini, sadarlah aku yang berlimpah salah ini terkadang malu untuk berserah, tapi selalu ku insyafi bahwa tak ada yang se Maha Engkau, maka apalah arti rencanaku ini, ijinkan manusia tak tahu arah ini untuk Kau bimbing, untuk berjalan sesederhana mencinta Mu, ya mencinta Mu"




Kamis, 20 November 2014

Hanoman

1 Tahukah kau bahwa Hanuman yg sakti dan bijak dan humble pernah diusir #Tuhan ?

2 Hanuman diusir #Tuhan krn Hanuman sudah mengakui “Tuhan Maha Kuasa” tapi Hanuman sok jagoan membela Tuhan,merasa lbh hebat dr Tuhan

3. Kata #Tuhan ke Hanuman,”Semua harus empan papan,pada tempatnya..Membela itu mulia.Tp membela Tuhan?Kamu ud ngakui Aku Maha Kuasa kan?”

4 #Tuhan: Hanuman,kalau mereka menghalangimu menyembahKu,bolehlah kamu berperang.Tp klo mrk mau menyerangKu,aku Maha Kuasa..”

5 #Tuhan:Hanuman,kau boleh jadi andalan Prabu Rama melawan Rahwana,tp jgn mentang2 akan menjagaku..Aku Maha Kuasa…Aku tak perlu kamu bela

6 #Tuhan:Hanuman,kalau kamu dihalang2i utk menyembahKu berperanglah.Tp kalau mereka cuma menghinaKu,mestinya kamu doa agar mrk Aku ampuni


8 Jika lakon Hasta Brata kalian dongengkan ke banyak orang,barangkali konflik antar-agama gak seserem sekarang #Tuhan

Cara #Tuhan guyon dgn paradoks: Penjinak bom belum tentu sanggup jinakkan istri…

Iya,bener..percaya #Tuhan jg.Tp Tuhanku tuh Maha Kuasa. Jd aku gak akan pernah membelaNya kalau Dia kalian hujat. Dia sudah hebat kok..

Silakan kalian permainkan nama #Tuhan ku,kalian ludahi,injak2..aku gak akan membelaNya.Dia Maha Kuasa.Aku malah berdoa agar kamu gak kualat


Bom,kanker,serangan jantung dll..cuma Lantaran …SEBAB kematian adalah Tuhan.Meski di bom sejuta kali,klo #Tuhan masih mau kita hidup,how?

Beragama tak selalu ber-Tuhan.Kalau ber-Tuhan,gak mungkin korupsi krn kita yakin rezeki di tangan #Tuhan


Ber-Tuhan mestinya merasa dikepung,diluluri,diselimuti oleh rasa ke-Ilahian-an di sekujur waktumu.Saat ciuman pun kau rasakan #Tuhan

Saat kau starting motor,motor nyala,kau rasakan hukum Termodinamika..itulah ayat #Tuhan ..Hukum gravitasi dlm berat badanmu ayat #Tuhan jg

Dgn pemahaman #Tuhan yg saya tawarkan,mari lambat laun kita kurangi konflik dan jual beli agama…

sumber : mbah sujiwo tedjo twitter

Rabu, 02 Juli 2014

lari

lari kemana hasrat menulisku? bahkan aku sudah tak bisa lagi menulis sebebas dulu, kata demi kata bisa ku tulis begitu saja, mengalir begitu saja. namun saat ini? aku sampai pada saat satu detik, dua detik, kadang sembilan detik kuhabiskan dengan jari jemari yang terdiam dihadapan teks kosong yang sudah kusiapkan daritadi untuk ku tuangkan cerita yang tak bisa ku ucap dengan kata.

Aku mulai curiga pada rutinitas, jangan-jangan dia yang membawa lari hasrat menulisku
atau karena kebisingan ibu kota? energi sikut menyikut ?
entahlah, sini kembalikan hasrat menulisku.